saya ya saya

Terkadang orang yang ceria menyimpan berbagai masalah dan kesedihan dihatinya

Minggu, 21 Juli 2013

TERLALU SINGKAT

Mengenalmu adalah suatu keindahan
Mencintaimu adalah suatu keagungan

Kita baru saling mengenal tapi entah mengapa rasa itu muncul justru awal kita mengenal, cinta pada pandangan pertama mungkin lebih tepatnya, ketika itu aku sedang sendiri ditengah hujan dan petir yang silih datang bergantian seolah ingin menakutiku, jujur aku sangat takut dengan petir, aku diam berteduh di sebuah halte yang sudah rusak dan mungkin sudah tidak terpakai lagi. Aku sendiri dan benar benar sendiri, tiba tiba seseorang menepikan kendaraannya di depanku, membuatku terkaget dan heran, dia kemudian langsung berlari kecil memasuki halte dan dia duduk disebelahku, aku terus memerhatikan gerak geriknya, badannya basah kuyup karena hujan yang sangat deras, dia diam memandang ke depan memerhatikan hujan, tetapi aku, tanpa sadar terus memerhatikan orang itu, entah mengapa wajah dan rambut yang super acak-acakan itu membuatnya tampan dan rupawan didepanku, aku tak mengerti mengapa aku memerhatikan selekat itu. Tanpa aku sadari dia berkata “hello apa ada yang salah denganku ?” sambil melambaikan tangan kedepan mukaku, “Hei” dia menepuk pundaku karena tidak ada respon apapun dari diriku, “eh iya ada apa” sontak aku tersadar dan wajahku memerah, aku malu sekali. Dia mengulangi pertanyaannya lagi “eh ah eh emm tidak ko” dengan sangat gugup aku menjawabnya. Sontak laki-laki itu tertawa kepadaku dan berkata “baru kali ini ya melihat seorang pangeran setampan aku berteduh ?” ucapnya sambil tertawa. “ih tidak, mana ada pangeran seacak-acakkan kau ?” aku berkata sembari melihat kearah hujan, “ini kan karena kebasahan, kalau tidak aku tampan sekali looooh, kamu tidak tahu sih, “ “huuu dasar manusia paling PD satu dunia” ucapku dengan nada sedikit tinggi, “ wiis iya dong harus” dia berkata sambil mencubit pipiku, “awww, apaan sih sakit tau, kita kan baru kenal, kau sudah berani macam-macam” aku berkata sambil berdiri memelototi dia, “ biariin wuu” balasnya sambil tertawa, ada rasa kesal di hatiku karena ternyata dia orang yang paling menyebalkan yang pernah aku kenal.
Waktu menjukan sudah pukul 09.00 malam tapi hujan tak kunjung berhenti, aku hanya bisa diam sambil menggesek gesekan tanganku, “dingin ?” tanyanya dengan nada yang sedikit serius, “ engga panas, yaiyalah dingin tau hujan malem malem lagi” jawabku sedikit sinis, aaaah kenapa aku harus terjebak bersama orang ini sih. “ sini tangannya aku pegang, tanganku lumayan hangat” dia meraih tanganku dan memegangnya dengan erat, aku tak bisa berkata, detak jantungku semakin kencang berdegup, aaah perasaan apa ini, kacaau, aku menggumam sendiri dalam hati. “ sudah hangat ?” ucapnya dengan senyum yang sangat manis yang membuat jantungku semakin berdetak kencang, “iya sudah terimakasih” aku menjawab sembari langsung melepaskan tanganku, aku berdiri di depan pintu halte dan sepertinya hujannya sudah mulai reda, “kayanya hujannya sudah reda” ucapku sambil melihat ke arahnya, “ ya aku tau, ahh berarti kita harus berpisah ya?” ucapnya dengan nada yang lirih. Aku langsung bergegas melajukan motorku, tanpa membalas ucapannya, “ aku duluan ya, bye” ucapku cepat, aku tak tau dia merespon apa, aku samar samar mendengar “ hati hati aku harap kalau hujan lagi dan aku berteduh aku bisa berteduh denganmu lagi” entah mengapa hatiku merasa sesak, merasa perih mendengar ucapannya, pria menyebalkan yang bahkan aku tak tau namanya siapa, dengan sangat cepat bisa meraih hatiku, membuatku bahagia walau hanya sesaat.
Dua hari kemudian hujan datang lagi dengan sangat deras, aku diam di halte yang sama ketika aku bertemu dengannya, tapi saat itu dia tak datang, mungkin dia tidak sedang melewati halte itu, atau mungkin dia tidak sedang berada dalam perjalanan. Sedih sekali rasanya, tapi aku tak bisa berbuat apa apa, mengetahui namanyapun aku tidak tau.
Seminggu berselang aku sengaja datang ke halte itu karena entah mengapa, bayangan laki-laki itu selalu muncul meracuni otaku seminggu belakangan ini, tiba-tiba hujan turun sangat lebat sekali, dan tiba-tiba pula ada motor yang menepi, ya lelaki itu adalah dia, yang selalu aku tunggu kedatangannya, tapi saat itu pula aku merasa sesak dan hancur, bagaimana tidak, ternyata orang yang selama ini aku tunggu, ternyata sudah memiliki seseorang dihatinya. Dia datang tak sendiri, dia datang berasama kekasihnya, cantik. Dia tersenyum ke arahku, tanpa aku membalas senyumnya aku langsung pergi, tak peduli seberapa deras hujan, yang penting sekarang aku merasa benar benar hancur, bagaimanapun pertemuan singkat itu telah membuat aku jatuh cinta.

Dan melupakanmu adalah sebuah kesakitan